Friday, September 4, 2026

Pentingnya Vaksinasi Pada Hewan Kesayangan Anjing dan Kucing

Pentingnya Vaksinasi Pada Hewan Kesayangan Anjing dan Kucing

 Penulis : Drh. Ridho (Ossa Vet Care)

               Anjing dan kucing adalah hewan kesayangan yang paling banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia dikarenakan memiliki sifat yang jinak, bulu yang halus dan lembut, serta mudah untuk dipelihara. Memelihara anjing dan kucing sangat lah mudah, hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara anjing dan kucing adalah dengan menyediakan tempat makan dan minum, tempat untuk PIP dan PUP, serta kandang sebagai tempat istirahatnya. Selain itu, anjing dan kucing perlu dijaga dan diperhatikan kesehatannya untuk menghindri dari penykit yang mematikan.

              Anjing dan kucing memiliki penyakit yang sangat mematikan dan juga zoonosis. Zoonosis adalah penyakit mematikan yang menyerang hewan serta dapat menularkannya ke manusia. Zoonosis dapat ditularkan dengan cara digigit/dicakar oleh hewan yang terinfeksi, bersentuhan dengan kotoran dan urin dari hewan yang terinfeksi, bersentuhan dengan bulu atau air liur, serta penularan tidak langsung melalui vektor seperti kutu dan pinjal pada anjing dan kucing yang membawa telur cacing pita.

Adapun penyakit tersebut antara lain pada kucing adalah:

  1. Panleukopenia
  2. Calici
  3. Rhinotracheitis
  4. Chlamidia
  5. Rabies

Adapun penykit pada anjing yang dapat dilakukan vaksinsi antara lain:

  1. Distemper
  2. Hepatitis
  3. Parvovirus
  4. Parainfluenza
  5. Rabies
  6. Leptospira

 Jadwal vaksinasi

Anjing

Usia

6 minggu

8 minggu

9 minggu

12 minggu

16 minggu

Tahunan

vaksinasi

Vanguard Plus 5/L

Vanguard

Bronchicine CAe

Vanguard Plus 5/L

Vanguard Plus 5/CV-L/VP 5L4CV

 

Vanguard Plus 5/L

Vanguard Plus 5/CV-L/VP 5L4CV

Bronchicine CAe

 

Vanguard Rabies

Vanguard Plus 5/L

Vanguard Plus 5/CV-L/VP 5L4CV

Bronchicine Cae

Vanguard Rabies

 

Kucing

Usia

8 minggu

12 minggu

16 minggu

Tahunan

Vaksinasi

Felocell 3 atau

Felocell 4

Felocell 3 atau

Felocell 4

Felocell 3 atau

Felocell 4 +

Vanguard Rabies

Felocell 3 atau

Felocell 4 +

Vanguard Rabies

 

  1. Panleukopenia / FPV / "Flu Kucing Mematikan"

Penyebab: Virus Parvovirus kucing. Nular lewat kotoran, air liur, kandang kotor

Gejala klinis: Demam tinggi → muntah terus → diare darah → lemas banget → dehidrasi cepat. Suka duduk di dekat air tapi nggak minum. Tingkat kematian tinggi di anak kucing.

  1. Calici virus

Penyebab: Virus Calici. Nular lewat air liur, bersin.

Gejala klinis: Sariawan di lidah/gusi, air liur berlebihan, demam, pincang tiba-tiba, pilek. Nafsu makan turun karena sakit kalau makan

  1. Rhinotracheitis / Herpes virus Kucing

Penyebab: Virus Herpes FHV-1. Nular lewat bersin & kontak langsung.

Gejala klinis: Pilek berat, mata belekan bernanah, bersin-bersin, demam, ngorok. Mirip flu berat. Bisa kambuh seumur hidup kalau stres.

  1. Chlamydia

Penyebab: Bakteri Chlamydophila felis. Nular lewat kontak mata & hidung

Gejala klinis: Mata merah, berair, bengkak → keluar kotoran mata kuning/hijau. Kadang pilek ringan. Sering cuma kena 1 mata dulu.

  1. Rabies

Penyebab: Virus Rabies dari gigitan hewan terinfeksi. Bisa nular ke manusia.

Gejala klinis: Perubahan sifat: jadi galak/takut, takut air, air liur banyak, jalan sempoyongan, kejang, lumpuh. 100% fatal kalau udah gejala

  1. Distemper

Penyebab: Virus Distemper. Nular lewat udara, air liur.

Gejala klinis: Tahap 1: Demam, pilek, mata belekan.

                      Tahap 2: Batuk, diare.

                      Tahap 3: Kejang, jalan sempoyongan, hidung/telapak kaki menebal. Sangat mematikan

  1. Hepatitis / Adenovirus

Penyebab: Virus Adeno-1. Nular lewat kotoran, air liur

Gejala klinis: Demam, sakit perut, muntah, mata biru "blue eye", gusi pucat, kuning. Menyerang hati & ginjal.

  1. Parvovirus / ParvoPenyebab: Virus Parvo. Nular lewat kotoran. Virusnya bandel di tanah berbulan-bulan.

Gejala klinis: Muntah hebat → diare darah bau busuk → lemas → dehidrasi dalam 24 jam. Pembunuh no.1 anak anjing

  1. Parainfluenza

Penyebab: Virus Parainfluenza. Nular lewat udara

Gejala klinis: Batuk "krek krek" kayak mau muntah, pilek ringan, demam ringan. "Flu-nya anjing". Nggak mematikan tapi bikin gampang ketularan penyakit lain

10. Leptospirosis

Penyebab: Bakteri Leptospira dari urine tikus/anjing sakit. Nular ke manusia

Gejala klinis: Demam, muntah, diare, kuning, BAK susah/sedikit, sakit otot. Bisa gagal ginjal & gagal hati

11. Bordetella / Batuk Kandang

Penyebab: Bakteri Bordetella bronchiseptica. Nular di tempat rame: salon, penitipan

Gejala klinis: Batuk kering keras "kayak ada tulang nyangkut", kadang muntah busa setelah batuk. Mirip flu manusia. Nggak mematikan

Catatan: Cara cegah paling efektif: Vaksin + jaga kebersihan + obat cacing rutin.


No comments: