Monday, August 24, 2026

Layanan Pemeriksaan USG pada Kuda dan Hewan Lainnya di Ossa Vet Care

LAYANAN ULTRASONOGRAFI / USG PADA KUDA dan Hewan Lainnya
OSSA VET CARE - drh. Khairul Rizal 
Healthy Animals, Strong Community

Apakah kamu pernah bingung apakah hewan kesayanganmu hamil atau tidak? 


Kini  OSSA VET CARE hadir dengan layanan USG Veteriner untuk mendiagnosis lebih cepat, akurat, dan tanpa rasa sakit.

1. APA ITU USG PADA HEWAN?
Ultrasonografi adalah alat diagnostik menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat organ dalam tubuh. 
Keunggulan: Tidak menyakitkan, tidak ada radiasi, dan hasilnya langsung bisa dilihat.

Alat USG kami sudah dilengkapi probe khusus untuk hewan kecil sampai hewan besar.

2. JENIS HEWAN YANG DILAYANI
Kami melayani USG untuk semua jenis hewan:  
Hewan Kesayangan: Kucing, Anjing, Kelinci, Hamster,
Hewan Ternak: Kuda,  Sapi, Kambing, Domba, Kerbau

Tim kami sudah berpengalaman menangani dari Chihuahua 2kg sampai Sapi 800kg.

3. UNTUK APA SAJA USG DIGUNAKAN?

A. CEK KEBUNTINGAN / PREGNANCY CHECK
Ini layanan paling dicari.  
- Kucing & Anjing: Bisa deteksi kehamilan mulai umur 21 hari. Bisa hitung jumlah janin & detak jantung janin
- Kelinci: Deteksi bunting mulai 10-12 hari
- Sapi, Kambing, Domba: Deteksi bunting mulai 28-30 hari. Bisa sekalian cek jenis kelamin janin pada sapi

Manfaat: Tahu kepastian bunting/tidak, prediksi HPL, antisipasi keguguran.

B. GANGGUAN REPRODUKSI
USG membantu mendiagnosis masalah reproduksi lebih detail:  
- Pyometra: Infeksi rahim berisi nanah pada kucing & anjing betina
- Kista Ovarium: Penyebab tidak birahi pada sapi & kambing
- Tumor Rahim / Tumor Testis
- Retensi Plasenta & Metritis pasca melahirkan
- Cek kesuburan: Cek folikel, corpus luteum untuk program IB

C. PENYAKIT DALAM / INTERNAL MEDICINE
USG bukan hanya untuk kandungan. Kami juga pakai untuk cek organ dalam:  
- Perut: Cek liver, ginjal, limpa, kandung kemih, batu saluran kemih, tumor
- Pencernaan: Cek usus tersumbat, benda asing, pembesaran organ
- Jantung: USG Echo dasar untuk deteksi kelainan jantung pada anjing & kucing
- Cairan Bebas: Cek ada/tidaknya cairan di rongga perut akibat FIP, gagal ginjal, dll
- *Benjolan/Tumor: Menentukan apakah benjolan berisi cairan, padat, atau tumor

4. KENAPA HARUS USG DI OSSA VET CARE?
1.  Alat Modern: Probe multifrekuensi untuk hewan kecil & besar
2.  Dokter Berpengalaman: Interpretasi hasil langsung oleh drh. Khairul Rizal
3.  Hasil Cepat: Hasil + foto + video bisa langsung dikirim via WA
4.  Home Visit Tersedia: Khusus sapi, kambing, domba kami bisa datang ke kandang
5.  Harga Terjangkau: Ada paket untuk peternak dan klinik

5. PERSIAPAN SEBELUM USG
1.  Hewan Kecil: Cukur bulu area perut
2.  Hewan Besar: Ikat dengan aman. Kandang harus bersih
3. Bawa rekam medis jika ada

Proses hanya 10-20 menit. Hewan tidak perlu dibius.


KESIMPULAN
USG adalah "mata" dokter hewan untuk melihat dari dalam.  
Lebih cepat tahu = Penanganan lebih cepat = Peluang sembuh lebih besar.

Jangan tebak-tebak lagi. Cek dengan USG.

📍 Lokasi:  OSSA VET CARE - Perawang
📱 Konsultasi & Booking 
⏰ Jam Praktik: Senin - Minggu, 08.00 - 22.00 WIB

Healthy Animals, Strong Community
Hewan Sehat, Peternak Tenang

Sunday, August 23, 2026

Ossa Vet Care "Healthy Animals, Thriving Community"

Ossa Vet Care, Praktik Dokter Hewan Berkomitmen Untuk Kesehatan Hewan dan Kesejahteraan Manusia

drh. Khairul Rizal

Saya,  "drh. Khairul Rizal" dalah seorang dokter hewan yang percaya bahwa merawat hewan sama dengan merawat kehidupan dan masa depan masyarakat. Kecintaan saya terhadap dunia hewan dan kesehatan masyarakat tumbuh sejak awal. Bagi saya, hewan bukan hanya objek perawatan, tetapi bagian penting dari rantai kehidupan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan manusia. Dari keyakinan inilah saya memilih menempuh pendidikan kedokteran hewan dan mendedikasikan diri sebagai praktisi.

Selama berkarir, saya memegang 5 nilai utama:  

Profesionalitas, Ilmu Pengetahuan, Kasih Sayang, Toleransi, dan Bermanfaat untuk Masyarakat Luas. Bagi saya, profesional artinya memberi layanan terbaik berbasis ilmu. Kasih sayang artinya memperlakukan setiap pasien dengan empati. Dan bermanfaat untuk masyarakat artinya setiap tindakan saya harus memberi dampak nyata, dari peternak kecil hingga kesehatan komunitas.

Berangkat dari nilai-nilai tersebut, saya mendirikan "OSSA VET CARE" dengan semangat:  

"Healthy Animals, Thriving Community"  

Hewan Sehat, Masyarakat Sejahtera 

OSSA VET CARE hadir sebagai praktik dokter hewan yang mengutamakan pelayanan profesional, pendekatan ilmiah, dan hati yang peduli. Kami melayani semua jenis hewan, mulai dari ternak hingga hewan kesayangan, dengan tujuan akhir: mendukung kesehatan hewan dan memperkuat komunitas di sekitarnya.

Bagi saya, menjadi dokter hewan bukan sekadar profesi. Ini adalah pengabdian. Setiap nyawa yang saya rawat adalah amanah. Setiap pemilik yang saya temui adalah mitra. Dan setiap komunitas yang sehat adalah bukti bahwa ilmu dan kasih dapat berjalan beriringan.



Saya percaya, dengan ilmu yang terus diasah, pelayanan yang tulus, dan kolaborasi bersama masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan di mana hewan sehat, manusia sejahtera, dan negeri menjadi lebih kuat.


Salam hangat,

drh. Khairul Rizal

Founder  OSSA VET CARE


Email

ossavetcare@gmail.com

Sunday, September 14, 2025

Ovariohisterctomy / Steril Betina

 


Layanan Operasi/Bedah/ Surgery Steril betina atau Ovariohisterctomy 

Syarat 

1. Hewan sehat

2. Sudah vaksinasi lengkap

3. Usia minimal 6 bulan

4. Berat minimal 2 kg

5. Anticacing rutin



1. Ossa Vet Care Perawang 

Jalan Raya Perawang Km 5 Kelurahan Perawang Siak Riau

2. Ossa Vet Care cab. Pekanbaru 

Jalan Taman Karya Panam Pekanbaru Riau

Leucocytozoonosis pada unggas, dari Gejalanya sampaPencegahannya

 

Leucocytozoonosis pada unggas, dari Gejalanya sampai Pencegahannya


Leukositozoonosis merupakan penyakit protozoa yang menyerang darah ternak unggas, yang disebabkan oleh parasit Leucocytozoon sp. (Levine, 1985). Spesies Leucocytozoon yang menyerang ayam di Indonesia teridentifikasi Leucocytozoon caulleryi dan L.sabrazesi (Soekardono, 1983; Soekardono dan Partosoedjono, 1986). L. caulleryi disebarkan oleh vektor Culicoides arakawae (Soekardono, 1987). Kejadian Leucocytozoonosis cenderung bersifat musiman yang berhubungan erat dengan peningkatan populasi vektor serangga, terutama pada pergantian musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya (Tabbu, 2002).

Penyakit ini menimbulkan kerugian yang sangat tinggi, pada unggas muda menyebabkan kematian yang tiba-tiba. Unggas dewasa juga bisa terinfeksi dengan menimbulkan gejala diare, lemah, penurunan produksi, penurunan daya tetas telur, bahkan bisa menimbulkan kematian.  Jenis unggas yang rentan terhadap penyakit Leucocytozoonosis adalah ayam, kalkun,angsa, itik dan burung liar .

Cara Penularan

Lalat penggigit seperti Simulium sp. dan Culicoides sp. berperan sebagai vektor atau pembawa penyakit Leucocytozoonosis. Lalat hitam (Simulium sp.) biasanya berkembang biak pada air yang mengalir dan mencari makan pada siang hari, sedangkan serangga penggigit bersayap dua (Culicoides sp.) berkembang biak di dalam lumpur atau kotoran ayam dan menggigit pada malam hari. Lalat hitam (Simulium sp.) dan serangga penggigit bersayap dua (Culicoides sp.) bertindak sebagai reservoir penyakit tersebut selama suatu musim atau periode tertentu (Tabbu, 2002).

Gejala Klinis

Gejala yang terlihat umumnya adalah penurunan nafsu makan, haus, depresi, bulu kusut dan pucat. Ayam kehilangan keseimbangan, lemah, pernapasan cepat dan anemia. Kejadian penyakit berlangsung cepat. Ayam dapat mati atau sembuh dengan sendirinya. Angka kematian dapat mencapai 10-80% (Akoso, 1998). Leucocytozoonosis yang menyerang pada ayam yang sedang dalam pertumbuhan pada umumnya bersifat subklinik, sedangkan pada ayam yang sedang produksi akan menurunkan produksi telur secara drastis, dan membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk kembali ke tingkat produksi yang normal (Tabbu, 2000).

Dianogsa

Dianogsa penyakit dapat dilakukan dikukuhkan dengan menemukan gametosit parasit ini pada preparat ulas darah yang diwarnai dengan giemsa atau wright, tanda-tanda klinis atau perubahan-perubahanpasca mati dan mikroskopis (Ressang,  1983).

 Gambaran Leukositozoon pada preparat ulas darah dengan pewarnaan Giemsa. Sampel merupakan darah ayam broiler umur 25 hari yang memiliki gejala Leukositozoonosis . Dokumentasi penulis semasa koasistensi Dokter hewan, ketika melakukan investigasi kematian ayam broiler di Aceh Besar.

                                      Dokumentasi Penulis. Drh. Khairul Rizal


Gambaran Skizon pada preparat histopatologi paru-paru.  Sampel merupakan darah ayam broiler umur 25 hari yang memiliki gejala Leukositozoonosis . Dokumentasi penulis semasa koasistensi Dokter hewan, ketika melakukan investigasi kematian ayam broiler di Aceh Besar..

Selain skizon yang pada paru-paru , penulis pada investigasi tersebut juga membuat preparat organ timus, dan prankreas dan pada organ tersebut juga ditemukan skizon dan megaloskizon, namun penulis tidak mempublikasi pada artikel ini. 

Pencegahan

Tindakan dalam pencegahan Leucocytozoonosis yang dianggap paling efektif adalah menekan atau mengeliminasi vektor biologis (insekta) yaitu lalat Culicoides sp. dan Simulium sp. Mengurangi larva serangga dapat dilakukan dengan spraying di sekitar kandang menggunakan insektisida. Genangan air dan semak belukar atau rumput dan tanaman yang tidak berguna disekitar kandang juga perlu dihindari, karena dapat menjadi tempat berkembangbiaknya serangga (Purwanto dkk, 2010). Peternak diharapkan melakukan program kebersihan dan sanitasi kandang dengan rutin. Ventilasi kandang harus diperhatikan dengan baik. Penyemprotan kandangan dan lingkungan kandanng dengan menggunakan bahan insektisida sangat dianjurkan 3 minggu sekali.  Hewan yang sakit segera dipisahkan dengan hewan yang sehat.

Drh. Khairul Rizal

Medik Veteriner 

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak Riau.

Petugas Kesehatan Hewan Kecamatan Sungai Mandau.

Veterinary Content Creator.

*

Bahan Bacaan

Bahan Bacaan

Akoso, B. T. 1998. Kesehatan Unggas. Kanisius, Yogyakarta

Levine ND. 1995. Protozoology Veterinary. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press

Purwanto, Budi.,dkk. 2009. Leucocytozoonosis, dari Gejalanya sampai Penanganannya . Tersedia : http://www.majalahinfovet.com/2009/01/leucocytozoonosis-dari-gejalanyasampai.html.

Ressang,  1983. Patologi Khusus Veteriner. Denpassar

Soekardono S. 1983. Spesies Culicoides di Jawa Barat dan Hubungannya dengan Leukositozoonosis Ayam. Kumpulan Makalah Seminar Parasitologi Nasional II. Jakarta. Soekardono S. 1987. Culicoides (Diptera: Ceratopogonidae) di Sekitar Ayam dalam Kandang di Jawa Timur. Majalah Parasitologi Indonesia. 1 (2) : 35-41

Soekardono S, Partosoedjono S. (1986). Parasitparasit Ayam. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama

Tabbu, C.R. 2002. Penyakit Ayam dan Penaggulangannya – vol. 2. Yogyakarta : Kanisius