Tuesday, March 16, 2021

Tiga bulan di IB sapi estrus kembali

Tiga bulan di IB sapi estrus kembali, Bagaimana Penanganannya? 

Pertanyaan yang sangat sering ditanyakan oleh peternak. Pertanyaan senada pada usia 2 bulan, 3 hingga 5 bulan yang paling sering ditanyakan. Sapi yang bunting normalnya tidak birahi atau estrus lagi. Namun menurut data 3-5 % sapi yang bunting masih memunculkan gejala estrus atau birahi, namun tanpa disertai ovulasi. Hal ini berkaitan dengan  gelombang folikel yang terjadi pada ovarium. Biasa terjadi pada sapi dengan nutrisi pakan yang baik dan performa Reproduksi yang baik.

Pada kasus ini peternak harus bisa membedakan karakteristik estrus atau birahi dengan baik. Sapi yang estrus akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1. Keluar lendir putih bening dari organ kelamin.

2. Vulva bengkak, hangat dan merah.

3. Diam dinaiki atau standing heat.

Ternak yang estrus atau birahi setelah beberapa bulan dikawinkan. Harus dilakukan pemeriksaan kebuntingan terlebih dahulu sebelum dilakukan Inseminasi buatan. Hewan harus dipatastikan bunting atau tidak. Hewan bunting tidak boleh dilakukan Inseminasi Buatan / kawin suntik, untuk mengetahui hal tersebut peternak dapat memanggil dokter hewan atau petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan. 




Drh. Khairul Rizal


Monday, March 15, 2021

Penting diketahui sebelum memasak telur

 Penting diketahui sebelum memasak telur.

Telur merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat. Dalam penyajiannya telur ada yang disajikan dengan digoeng,direbus, digulai, di dadar dan di pindang.

Sumber foto. Alodokter.com


Telur memiliki nilai kandungan gizi yang lengkap. Mulai dari Karbohidrat, Protein ,Lemak dan beberapa vitamin. Nilai gizi yang lengkap tersebut menjadikan telur sebagai menu masakan masyarakat pada umumnya. 

Nilai kandungan gizi telur secara umum.

Sebelum memasak telur , telur terlebih dahulu dibersihkan dengan air yang mengalir. Telur dibersihkan dari kotoran yang ada pada cangkang tersebut. Pembersihan ini selain bertujuan untuk menghilangkan mikroba yang ada pada cangkang telur tersebut, juga bertujuan agar bersih dan suci  ,sehingga ketika memasak kotoran yang ada pada cangkah tidak ikut masuk ke makanan.

Dokter Hewan tidak merekomendasikan menkonsumsi telur setengah matang apalagi telur mentah ,karena akan menjadi sumber penularan penyakit atau dalam ilmu kesehatan masyarakat veteriner dikatakan foodborne disease. Foodborne disease merupakan menularnya penyakit ke manusia melalu mengkonsumsi bahan pangan yang tercemar penyakit baik infeksius maupun non infeksius.

Apabila berbelanja telur di pasar setelah memegang telur jangan lupa untuk segera mencuci tangan, hal ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit. Pada cangkang telur terdapat Salmonella sp. Apa bila telur dimasak tidak matang atau mentah akan menular ke Manusia. Pada manusia menyebabkan penyakit salmonelosis dengan gejala gastroenteritis seperti mual,diare, dan sakit perut. 

Dokter hewan menghimbau agar masyarakat mengkonsumsi telur masak. ,Merebus telur minimal 12 menit disuhu mendidih , stop konsumsi telur mentah. Putih telur jangan dibuang,karena putih telur merupakan albumin atau protein. Albumin merupakan salah satu dari komponen darah.

Semoga bermanfaat.

Drh. Khairul Rizal 

Sunday, March 14, 2021

Penanganan Induk Pasca Melahirkan

 Penanganan Induk Pasca Melahirkan

Kebuntingan pada sapi rata -rata berkisar 283 hari. Sapi yang melahirkan harus mendapatkan lingkungan yang nyaman, bebas dari stress, dan mendapatkan kebutuhan nutrisi yang memadai.

Nutrisi sapi yang baru melahirkan harus diperhatikan dengan baik. Nutrisi yang seimbang akan mencukupi untuk produksi Kolostrum, dengan begitu pedet akan mendapatkan kolostrum yang memadai 

Induk yang baru melahirkan harus diperhatikan plasenta atau ari-ari. Apakah keluar dengan sempurna atau tidak. Palsenta umumnya akan keluar 6-12 jam setelah sapi melahirkan. Bila dalam rentang waktu tersebut ari-ari belum keluar maka dikatakan dengan retensio scundinae . 

Retensio scundinae harus mendapatkan penanganan khusus. Untuk itu peternak yang mengeluarkan plasenta tersebut sendiri,akan berakibat fatal , kerusakan pada dinding rahim dan tentunya kasus berikutnya adalah radang rahim atau endometritis . Untuk Penanganan kasus ini sebaiknya petenak menghubungi dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat.


Apabila plasenta keluar dengan sempurna. Makan tindakan berikutnya. 24 jam kemudian peternak memanggil petugas kesehatan hewan untuk memberikan treatment post partum atau terapi induk setelah melahirkan. Hal ini sangat penting untuk memaksimalkan kinerja Reproduksi sapi. Dengan Treatment post partum ini diharapkan sapi dapat birahi atau estrus kembali setelah melahirkan pada hari ke 36-60. 


Drh. Khairul Rizal

Dokter Hewan. Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak Riau


Saturday, March 13, 2021

Kenali Gejala Cacing Mata Pada Sapi

 Kenali gejala cacing mata pada sapi

Cacing mata pada sapi disebabkan oleh cacing nematoda. Infestasi cacing mata pada sapi disebut Thelaziasis. Thelaziasis merupakan suatu penyakit cacing mata yang disebabkan oleh Thelazia sp. Cacing mata ini dapat menginfeksi berbagai jenis ternak yaitu sapi, kerbau, kuda ,kambing ,domba, kelinci, anjing dan kucing.

Infestasi cacing mata pada hewan dapat tejadi sebalah mata maupun ke dua mata. Pada infeksi yang berat dapat mengakibatkan kebutaan.

Gejala umum dari infeksi cacing mata antara lain. 

1. Konjunctivitis atau peradangan mukosa mata conjuctiva.

2. Kekeruhan cornea mata.

3.Conjuctiva membengkak karena adanya penyumbatan ductus lacrimalis oleh Cacing mata 


Gambar . Infestasi cacing mata pada sapi Bali

Pencegahan.

1. Menjaga kebersihan kandang

2. Pisahkan ternak yang sehat dan yang sakit.

3. Memberikan pengasapan untuk mengusir lalat 

4 . Penyemprotan dengan insektisida untuk membasmi lalat


Pengobatan Infeksi cacing mata dengan memberikan Anticacing/anthelmintik spektrum luas seperti Albendazole. Pengobatan tradisional dengan air tembakau atau dengan air rebusan sirih. Untuk air tembakau dan air rebusan sirih akan kita bahas di topik tulisan lainnya 

Pengendalian infeksi cacing mata dengan cara pemberian Anticacing/anthelmintik rutin 3 bulan sekali, membersihkan kandang rutin , Penyemprotan dengan larutan insektisida seperti Ex. Cyperkiller rutin 21 hari sekali.

Peternak yang mengetahui adanya cacing mata pada sapi segera menghubungi petugas kesehatan hewan setempat agar mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat. Semakin cepat akan semakin baik untuk kesembuhan hewan.

Mengingat penyebaran penyakit oleh lalat. Maka kebersihan kandang,lingkungan, dan melakukan penyemprotan rutin untuk membasmi lalat adalah prioritas utama dalam pengendalian infestasi cacing mata.


Drh. Khairul Rizal

Medik Veteriner



Friday, March 12, 2021

Repeat Breeder Pada Sapi

 Repeat Breeder Pada Sapi

Repeat Breeder atau kawin berulang pada sapi merupakan hewan yang memiliki siklus estrus /birahi normal ,dikawinkan 3 kali tidak bunting. Ada juga yang mengatakan 2 kali dikawinkan. Siklus estrus atau siklus birahi pada sapi berlangsung 18-24 hari, dengan rata-rata 21 hari.

Kawin berulang pada sapi ,siklus Estrus normal, dan dikawinkan dengan pejantan ataupun IB tidak bunting. 

Banyak faktor penyebab dari repeat Breeder. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang waktu IB pada sapi.

Waktu IB yang tidak tepat akan menyebabkan kawin berulang. Hal ini biasa terjadi pada peternak yang baru memulai usaha breeding atau pembibitan. Kurangnya pengetahuan tentang gejala birahi menjadi penyebab.

Sapi yang estrus akan keluar lendir putih bening, diam dinaiki, vulva bengkak,hangat dan biasa disertai anoreksia atau kurang selera makan.


Untuk Peternak yang mengetahui gejala birahi pada sapinya agar segera mengabarkan ke petugas agar bisa ditentukan waktu IB. 

Peternak memberikan pakan yang bernutrisi ,dan menambahkan vitamin dan mineral dalam pakan. Hal ini akan meningkatkan performans Reproduksi.


Drh. Khairul Rizal