Langsung ke konten utama

Infestasi Tungau Telinga Pada Kucing

 Infestasi Tungau Telinga Pada Kucing


Gambar 1. Otodectes  cynotis dan Telur Otodectes  cynotis

http://linwoodanimalclinic.blogspot.com/2012/01/

Infestasi tungau telinga pada kucing merupakan salah satu penyebab otitis atau peradangan telinga pada kucing.  Bowman dkk., (2002) menyatakan Otodectes  cynotis merupakan  penyebab  paling  umum  atau  sebesar  50% - 84%  terjadinya   otitis   eksterna   pada   kucing  (Kartini dkk., 2017). Otodectes cynotis merupakan tungau yang hidup didalam saluran eksterna telinga. Tungau ini dapat menginfeksi kucing, anjing, dan karnivora lain seperti musang dan rubah

Tungau telinga dapat berpindah dari satu hewan ke hewan yang lainnya lewat kontak tubuh secara langsung. Tungau telinga betina cenderung menaruh telur-telurnya pada bulu di bagian telinga hewan, sehingga tungau telinga jantan akan selalu mencari tungau telinga betina pada bagian tersebut untuk melakukan perkembangbiakan (Rosenfeld, 2007).

Gejala klinis yang ditimbulkan akibat infestasi tungau ini yaitu hewan sering mengaruk pada daerah telinga, kotoran telinga berwarna hitam gelap dan menyebabkan otitis (Dhingra, 2008). Infestasi tungau pada telinga ini jika tidak dilakukan pengobatan dengan segera dapat diikuti infeksi skunder bakteri, sehingga gejala klinis yang dapat diamati adalah  Ear discharge / leleran dari telinga.  Kartini dkk., (2017) menyatakan bakteri kokus yang   umum  ditemukan  pada  kasus  otitis  eksterna  adalah  Staphylococcus intermedius atau  Staphylococcus intermedius, sedangkan bakteri  basil  yang  umum  ditemukan  Pseudomonas   sp .   Infeksi   bakteri   ditandai  dengan  adanya  cairan  purulen pada  saluran  telinga.   


  .   
     Gambar 2. Ear discharge / leleran dari telinga pada kasus otitis

Dokumentasi Pribadi

Pemeriksaan mikroskopis diperlukan untuk mengidentifikasi tungau telinga. Pemeriksaan dengan cara Ear mites di swab bagian telinga menggunakan cotton swab kemudian dipaparkan pada objek gelas dan diteteskan larutan Kalium Hidroksida (KOH) 10%. Kemudian diamati di bawah mikroskop pada pembesaran 40x.

Gambar .  Otodectes  cynotis

Dokumentasi Pribadi

Penularan  Otodectes  cynotis  dapat  terjadi  melalui  kontak  langsung. Perlu dipertimbangkan oleh pet owner untuk tidak menempatkan hewan yang sakit dengan hewan yang sehat. Pengendalian dan pencegahan infestasi tungau hewan, pet owner harus rutin memeriksakan kesehatan hewan kesayangannya pada Dokter Hewan. Pembersihan kandang dan sekitar kandang harus rutin dilakukan pembersihan. Perlu dipertimbangkan untuk dilakukan penyemprotan kandang dengan larutan anti ektoparasit untuk memberantas tungau atau ektoparasit yang ada disekitar kandang.


Daftar Pustaka. 


Bowman DD, Hendrix CM, Lindsay DS, Barr Sc. 2002. Feline Clicical Parasitology. Iowa (US): Iowa State University Press

Dhingra PL. 2008. Perbandingan Efektifitas Ofloksasin Topikal dengan Ofloksasin Kombinasi Steroid Topikal pada Otitis Eksterna Profunda di Makasr [skripsi]. Makasar (ID): Universitas Hasanudin.

Kartini, C., Efendi, A., Herlina, Putra, M. AR.  2017. Catatan Dokter Hewan Pemeriksaan  Fisik pada Mata, Telinga, Kardiorespirasi, dan Saluran Pencernaan. IPB Press

Rosenfeld, Andrew J. 2007 . Veterinary Medical Team Handbook . Iowa: Blackwell Publishing Professional .ISBN 978-0-7817-5759-1




Komentar

Mely mengatakan…
Lumayan sering nii kasus nyaa

Postingan populer dari blog ini

Leucocytozoonosis pada unggas, dari Gejalanya sampaPencegahannya

  Leucocytozoonosis pada unggas, dari Gejalanya sampai Pencegahannya Leukositozoonosis merupakan penyakit protozoa yang menyerang darah ternak unggas, yang disebabkan oleh parasit Leucocytozoon sp. (Levine, 1985). Spesies Leucocytozoon yang menyerang ayam di Indonesia teridentifikasi Leucocytozoon caulleryi dan L.sabrazesi (Soekardono, 1983; Soekardono dan Partosoedjono, 1986). L. caulleryi disebarkan oleh vektor Culicoides arakawae (Soekardono, 1987). Kejadian Leucocytozoonosis cenderung bersifat musiman yang berhubungan erat dengan peningkatan populasi vektor serangga, terutama pada pergantian musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya (Tabbu, 2002). Penyakit ini menimbulkan kerugian yang sangat tinggi, pada unggas muda menyebabkan kematian yang tiba-tiba. Unggas dewasa juga bisa terinfeksi dengan menimbulkan gejala diare, lemah, penurunan produksi, penurunan daya tetas telur, bahkan bisa menimbulkan kematian.   Jenis unggas yang rentan terhadap penyakit Leucocytozoo...

Diare pada Pedet dan Penangannya

   Diare pada Pedet dan Penangannya Pedet merupakan sapi yang masih berumur 1-8 bulan. Pada rentangan umur tersebut, pedet mulai memasuki fase percepatan pertumbuhan, dimana pada fase ini sapi akan tumbuh dengan maksimal apabila didukung oleh pakan yang baik dan sesuai kebutuhan, lingkungan yang mendukung serta manajemen pemeliharaan yang baik (Tazkia, 2008). Penanganan yang tepat pada pedet maupun sapi muda akan menghasilkan sapi potong berkualitas baik pada ternak jantan maupun betina (Efend y dkk. , 2013). Penanganan pedet mulai dari lahir sangat diperlukan agar nantinya bisa mendapatkan sapi yang mempunyai produktivitas tinggi untuk menggantikan sapi yang sudah tidak berproduksi lagi (Syarief dan Sumoprastowo, 1985). Penanganan kesehatan perlu diperhatikan dengan baik, mengingat angka kematian pedet yang cukup tinggi pada empat bulan pertama setelah pedet lahir. Di daerah tropis, rata – rata persentase kematian pedet dibawah umur tiga bulan mencapai 20% bahkan bi...

Perjalanan Gun TE dari Pulau Jawa Ke Pulau Sumatera

  Perjalanan Gun TE dari Pulau Jawa Ke Pulau Sumatera. Delapan belas hari sudah berlalu di Jawa Barat, saatnya kembali ke bumi Lancang Kuning. Hari terakhir di Jawa Barat saya manfaatkan mengunjungi Sabahat di Bekasi.  ( Cerita mengenai terpilihnya menjadi peserta satu-satunya dari provinsi riau  untuk mengikuti bimbingan teknis tranfer embrio di Balai Embrio Ternak Cipelang 2019 akan diceritakan pada tulisan lainnya. )  Ini saatnya saya kembali ke rutinitas biasa mengabdi untuk negeri melalui salah satu profesi yang mulia di bumi ini, profesi dokter hewan.   Menurut data dari WHO yaitu organisasi kesehatan Dunia bahwa 70% penyakit manusia berasal dari hewan atau yang dikenal dengan Zoonosis. Dokter Hewan , kami memiliki motto "Manusya Mriga Satwa Sewaka" yang berarti mengabdi untuk kesejahteraan manusia melalui kesejahteraan hewan". Manusia akan sejahtera jikalau hewan tersebut sejahtera.   Dalam konteks kesejahteraan hewan dikenal dengan 5 prinsip kesej...